Jumat, 22 Juli 2016

Patuh kehadirat Allah SWT

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kita duduk bersimpuh u/ Jumatan di masjid ini mengagungkan Asma Allah SWT. Segala puji & syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkahNya. Shalawat & salam dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW, junjungan agung, insan kamil, qudwah hasanah. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Ketahuilah syarat penghambaan yg sempurna adalah iman & taqwa yg sempurna.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari khutbah Jumat yg bertema: “PATUH KEHADIRAT ALLAH SWT”

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Kita semua hanyalah mandatoris Allah SWT di dunia ini. Allah SWT yg merajai alam semesta ini. Kehidupan kita tidak terlepas dari CCTV Allah SWT. Karna kita mandatoris Allah SWT, kita harus memiliki sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT adalah semakin kita takut kehadirat Allah SWT, semakin kita patuh kehadirat Allah SWT, semakin kita dekat kehadirat Allah SWT, semakin kita rajin beribadah kehadirat Allah SWT. Allah SWT mengawasi kehidupan kita via CCTV Nya. Allah SWT mengaudit kita kita di dunia, di alam barzakh, di padang mahsyar. Malaikat Raqib & Atid mencatat segala perbuatan baik & buruk kita. Malaikat Raqib mencatat segala perbuatan baik kita. Malaikat Atid mencatat segala perbuatan buruk kita. Di alam barzakh, Malaikat Munkar & Nakir audit kita dengan soal alam kubur. Di padang mahsyar, Allah SWT sendiri yg audit kita. Allah SWT saja yg Hakim. Kita semua di padang mahsyar adalah terdakwa.

Firman Allah SWT surah Yasin #65: “Pada hari kiamat Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata & kaki mereka akan memberikan kesaksian atas apa yg dahulu mereka kerjakan”

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Bila kita takut kehadirat Allah SWT, kita harus patuh kehadirat Allah SWT. Kita harus stay tune dengan Allah SWT. Online dengan Allah SWT. Stay tune dengan Allah SWT. Zikir itu kita mengingat Allah SWT. Bila kita ingin berbuat sesuatu, ingat ada CCTV Allah SWT. Bila kita ingin bicara, pikir dulu, ingat ada CCTV Allah SWT. Kita berdoa kehadirat Allah SWT. Zikir & doa kehadirat Allah SWT membuat hati kita tenang & damai. Doa itu kita ngobrol dengan Allah SWT. Kita mohon dengan penuh harapan kehadirat Allah SWT. Tiada yg dapat mengubah takdir Allah SWT kecuali doa.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Doa itu otaknya ibadah”

Firman Allah SWT surah Gafir #60: & Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kehadiratKu, niscaya akan Aku maqbulkan bagimu. Sungguh orang yg sombong tidak mau menyembahKu akan kembali ke neraka Jahannam dalam keadaan hina”

Ikhwatal Iman,

Tiada manusia yg sempunra. Ini sesuai dengan pepatah “Tiada gading yg tak retak”. Setiap manusia tidak luput dari dosa. Manusia punya ego yg tinggi. Semakin tinggi ego manusia, semakin sombong manusia. Padahal sombong itu perisai Allah SWT bukan manusia. Bila kita audit orang lain, kita senang, puas. Bila orang lain audit kita, sakit hati. Audit diri sendiri itu sulit. Audit orang lain itu mudah. Diaudit orang lain itu sakit hati. Diaudit Allah SWT sudah ketok palu, pasti sakit.

Firman Allah SWT surah Ali Imran #133: “& bersegeralah kamu mencari ampunan Tuhanmu & mmeperoleh surga yg luasnya seluas langit & bumi yg disediakan bagi orang yg bertaqwa”

Ikhwatal Islam,

Sholat 5 waktu adalah titah perintah Allah SWT yg fardhu, yg wajib kita kerjakan. Sholat yg sempurna itu didirikan di awal waktu, berjemaah, di masjid. Sholat adalah titah perintah Allah SWT yg tertinggi kedudukannya dalam Syariat Islam. Lambang khas agama Islam. Sholat adalah pilar agama Islam. Komunikasi kita dengan Allah SWT. Laporan kita dengan Allah SWT. Saban hari kita sholat 5 waktu. Totalnya 17 rakaat. Dengan sholat, kita online dengan Allah SWT. Kita contact call centre Allah SWT 24434. Ada call centre Allah SWT 1 lg, rawatib call centre 24224. Orang lebih dominan contact call centre 24434 dibanding 24224. Sholat adalah rukun Islam #2. Ibadah yg tertinggi nilainya. Pusat segala ibadah. Bila sholat kita benar, maka ibadah yg lain juga benar. Bila sholat kita rapuh, ibadah yg lain juga rapuh. Bila ada kekurangan dalam salah satu ibadah, tapi karna sholat kita bagus, bisa menutupi kekurangan ibadah yg lain. Ibadah yg pertama diaudit di hari kiamat adalah sholat.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sholat adalah tiang agama. Barangsiapa yg mendirikan sholat, dia mendirikan tiang agama. Barangsiapa yg meninggalkan sholat, dia telah merobohkan tiang agama”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sholat berjemaah itu berkahnya 27x dibanding sholat sendiri”

Firman Allah SWT surah An Nisa #103: “Bila kamu telah menyempurnakan sholatmu, ingatlah Allah SWT di waktu kamu berdiri, duduk, berbaring. Kemudian bila kamu merasa aman, maka dirikanlah sholat sebagaimana biasa. Sungguh sholat itu kewajiban yg telah ditentukan waktunya bagi orang yg beriman”

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Al Quran diturunkan dari Allah SWT keharibaan Baginda Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril. Al Quran diturunkan secara berangsur” selama 23 tahun. Baginda Rasulullah SAW memerintah di Mekkah selama 13 tahun & di Madinah 10 tahun. Masa pemerintahan dinasti Baginda Rasulullah SAW adalah 23 tahun. Selama jangka waktu 23 tahun itu, banyak sekali wahyu Allah SWT yg turun secara berangsur”. Al Quran adalah mukjizat agung Baginda Rasulullah SAW. Al Quran adalah pedoman kehidupan yg sempurna. Ibarat kita menempuh perjalanan dari Jakarta ke Padang. Kita masuk tol Tangerang menuju Merak. Kita naik ferry menyebrang selat Sunda dari Merak ke Bakauheni. Kita membaca signboard jalan ke Padang. Kita lihat peta, GPS jalan ke Padang. Kita patuhi semua petunjuk perjalanan dari Jakarta ke Padang. Begitu juga dengan Al Quran. Orientasi Al Quran adalah dunia & akhirat. Tujuan kita adalah akhirat. Kita patuhi saja Al Quran supaya kita selamat di dunia & di akhirat.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg membaca 1 huruf Al Quran, maka baginya 10 berkah. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu 1 huruf tapi alif 1 huruf, lam 1 huruf, mim 1 huruf”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg mengkhatamkan Al Quran sekali, maka 60 ribu malaikat memohon ampun kehadirat Allah SWT baginya”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Al Quran mencetak banyak sekali para hafizh Al Quran. Hafizh Al Quran adalah para penghafal Al Quran. Imam Syafei berpetualang menuntut ilmu ke Iraq, Yaman, Persia, Palestina. Imam Syafei sudah khatam Al Quran di usia 7 tahun u/ pertama kalinya. Imam Syafei sudah bisa menghafal Al Quran di usia 10 tahun. Di usia 10 tahun juga, Imam Syafei sudah hafal kitab Muwatta’ karya Imam Malik. Di usia 15 tahun, Imam Syafei sudah menjadi guru di Masjidil Haram. Imam Syafei bisa memberikan fatwa u/ memecahkan segala masalah agama waktu itu. Tidak semua orang bisa menjadi hafizh Al Quran. Hanya orang terpilih saja yg bisa menjadi hafizh Al Quran. Dewasa ini banyak sekali pondok pesantren tahfizh Al Quran u/ mencetak hafizh Al Quran. Di pondok pesantren, Ustadz & guru mendidik para santrinya u/ membaca, menghafal, mempelajari, tadarus, tilawah, tadabur Al Quran. Hafal Al Quran adalah salah satu syarat kelulusan pondok pesantren. Banyak majlis hafizh Al Quran yg menampilkan peserta hafizh Al Quran. Banyak lomba membaca & menghafal Al Quran. Pembaca Al Quran belum tentu penghafal Al Quran. Penghafal Al Quran sudah barang tentu pembaca Al Quran. Qari atau Qariah belum tentu hafizh atau hafizhah Al Quran. Hafizh Al Quran sudah barang tentu Qari. Hafizhah Al Quran sudah barang tentu Qariah.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Orang beriman yg membaca Al Quran ibarat buah utrujjah (sejenis jeruk nipis) yg bau tapi rasanya enak. Orang beriman yg tidak membaca Al Quran ibarat buah kurma yg tidak bau tapi rasanya manis. Orang munafiq yg membaca Al Quran ibarat buah raihanah yg baunya enak tapi rasanya pahit. Orang munafiq yg tidak membaca Al Quran ibarat buah hanzalah yg baunya tidak enak & rasanya pahit”

Firman Allah SWT surah Fathir #29 & #30: #29 “Sungguh orang yg selalu membaca kitab Al Quran & mendirikan sholat serta menginfaqkan sebahagian rezeki yg Kami anugerahkan kepadanya dengan diam” & terang”an, mereka itu mengharapkan perdagangan yg tidak akan rugi” #30 “Supaya Allah SWT menyempurnakan pahalanya kepada mereka & menambah karuniaNya. Sungguh Allah SWT Maha Pengampun & Maha Mensyukuri”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan. Itupun waktu Zuhur saja. 30 menit saja. 6 hari yg lain u/ kita. Dalam sebulan, kita disunnahkan u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh) 3 hari tanggal 13, 14, 15 hijriyah saban bulan. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa. Itupun 14 jam saja puasa, 10 jam kita berbuka selama 30 hari. 11 bulan yg lain u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Contact rawatib call centre 24224. Follow twitter Allah SWT @Al Quran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @Al Quran & @As Sunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


Kejahatan setan

Khutbah #1

Para Jemaah Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, yg pertama kita dahulukan menyempurnakan puji & syukur kehadirat Allah SWT dengan duduk bersimpuh Jumatan di masjid ini. Kedua, shalawat & salam dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW, insan kamil, khatamul anbiya’, qudwah hasanah. Ketahuilah taqwa adalah syarat penghambaan diri yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT dengan patuh kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya (fardhu ‘ain & fardhu kifayah) & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Marilah kita berusaha melawan kejahatan setan karna setan adalah musuh yg paling jahat.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari satu tema: “KEJAHATAN SETAN”

Para Jemaah Jumat hafizhakumullah,

Setan adalah musuh yg paling jahat. Setan meracuni orang yg baik u/ berbuat jahat. Setan meracuni orang yg taat u/ berbuat maksiat. Setan meracuni orang yg berbuat adil u/ berbuat zalim. Setan meracuni kita berbuat jahat. Setan senang sama orang jahat, kafir. Begitulah kejahatan setan. Setan sudah ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi tokoh antagonis kepada manusia. Bawaan malas itu terjadi karna setan sedang bermukim di diri kita. Bila kita terjaga bangun jam 4.30 pagi. Kita tau sudah masuk waktu Subuh. Kita lanjut tidur lagi, kita malasa sholat Subuh. Itu setan yg menghasut. Zaman sekarang dewasa ini, banyak sekali lelaki muslim yg tidak Jumatan. Banyak umat Islam yg sudah tidak peduli lagi dengan sholat 5 waktu. Banyak umat Islam yg tidak puasa di bulan Ramadhan. Lelaki muslim tidak puasa di bulan Ramadhan. Jangankan lelaki muslim, wanita muslim saja yg tidak sedang haid, tidak sholat, tidak puasa di bulan Ramadhan. Setan dalam Bahasa Arab disebut “syaithaan”. Pluralnya adalah “syayaathiin”

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #208: “Wahai orang” yg beriman, masuklah kamu ke dalam Islam dengan sempurna & jangan kamu patuhi jejak langkah setan. Sungguh setan itu musuh yg nyata bagi kamu”

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Bila setan bermukim di hati manusia, setan meracuni manusia u/ berbuat jahat. Setan masuk ke dalam tubuh kita via pembuluh darah kita. Setan meracuni kita dengan penyakit hati, penyakit ego. Bila hati manusia telah diracuni setan, maka racun setan menular ke seluruh tubuh. Kita lebih dominan mematuhi ego dibanding akal sehat kita. Setan meracuni hati kita dengan hawa nafsu yg jahat. Nafsu belum tentu setan. Setan sudah barang tentu nafsu. Tidak ada manusia yg tidak punya hawa nafsu. Ada hawa nafsu yg baik. Ada juga hawa nafsu yg jahat. Hawa nafsu yg jahat tidak bisa dibunuh tapi hanya bisa dijinakkan menjadi nafsu yg baik. Setan meracuni hati kita supaya kita berbuat dosa. Setiap dosa meninggalkan jejak dosa di hati kita.

Firman Allah SWT surah An Nur #21: “Wahai orang” yg beriman, jangan kamu mematuhi jejak langkah setan. Barangsiapa yg mematuhi jejak langkah setan, maka sungguh dia menyuruh berbuat keji & munkar Bila bukan karna karunia Allah SWT & rahmatNya kepadamu, tidak seorangpun di antara kamu bersih selamanya tapi Allah SWT membersihkan siapa saja yg Dia kehendaki. & Allah SWT Maha Mendengar & Maha Mengetahui”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Seorang anak Adam bila berbuat dosa, terdapat titik hitam di hatinya. Bila dia meninggalkannya & mohon ampun serta bertaubat, hatinya bersih. Bila dia kembali berbuat dosa, maka ditambahkan titik hitam itu sehingga menutup hatinya”

Doa menjaga hati: “Yaa muqallibul qulub, tsabbit qalbi ‘ala diinik” artinya “Wahai Zat yg membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu”

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Setelah setan meracuni hati, setan meracuni otak kita, mata kita, telinga kita, mulut kita, perut kita, tangan kita, kaki kita, bahkan kemaluan kita sekalipun. Otak kita tidak bisa berpikir dengan kritis, teliti, benar, normal. Mata kita melihat maksiat. Mata kita memandang wanita dengan syahwat. Telinga kita mendengar gossip, fitnah. Mulut kita menjelek”an orang lain. Mulut kita berkata kotor, mencemooh orang lain, membuka aib orang lain. Imam Gazali berkata dalam kitabnya, Ihya Ulummuddin, setan bisa mengundang 20 malapetaka via lidah. Bila kita membuka aib orang lain & itu benar, itu ghibah. Bila kita membuka aib orang lain & itu salah, itu fitnah. Allah SWT melindungi aib kita dari orang lain. Bila aib orang tua terbuka di depan anak, anak tidak patuh kepada orang tua. Bila aib guru terbuka di depan murid, murid tidak hormat kepada guru. Bila aib ustadz terbuka di depan Jemaah, bubar Jemaah, bubar pengajian. Bila aib presiden terbuka di depan rakyatnya, bubar negara. Jangankan di depan rakyat, di depan mentri saja, media tau, bubar negara.

Firman Allah SWT surah Fathir #6: “Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukan dia sebagai musuh karna sungguh setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Syukur Alhamdulillah, bila setan meracuni mata tidak meracuni kemaluan juga. Syahwat itu racun setan di kemaluan kita. Lelaki tidak tahan bila syahwat sudah di ubun”. Bila syahwat sudah menyerang kemaluan kita, setan meracuni kita u/ berbuat zinah. Zinah itu dosa besar. Bila kita berbuat zinah, wanita akan hamil anak haram. 9 bulan kemudian akan lahirlah anak haram hasil perzinahan. Setan menggoda lelaki yg berzinah u/ tidak menikahi wanita itu. Lelaki lari dari tanggung jawab. Wanita bersikeras u/ mempertahankan bayi yg dikandungnya. Tidak sampai situ saja setan meracuni pelaku zinah. Setan meracuni pelaku zinah u/ aborsi bayi yg sedang dalam kandungan. Hubungan seks itu memang betul enak tapi hasilnya abadi. Kenikmatan sesaat tapi hasilnya abadi. Bila kita melakukan aborsi, kita sudah membunuh satu nyawa manusia walaupun masih dalam kandungan.

Firman Allah SWT surah Al Isra’ #32: “& jangan kamu dekati zinah. Sungguh zinah itu perbuatan keji & jalan yg bathil”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Dr. Fathi Yakan, pemikir Islam yg terkenal berkata bahwa ada 7 ruang setan menyusup u/ merasuki manusia. 7 ruang setan menyusup itu antara lain marah, mematuhi nafsu syahwat, teledor atau tergesa-gesa, dengki, bakhil, takabur, buruk sangka.

Firman Allah SWT surah Yasin #60-#62: #60 “Bukankah Aku telah memerintahkan kamu wahai Anak cucu Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yg nyata bagi kamu” #61 “& hendaklah kamu menyembahKu. Inilah jalan yg lurus” #62 “& sungguh setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Apakah kamu tidak mengerti?”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Setan adalah musuh yg paling jahat. Setan masuk melalui pembuluh darah kita. Setan mulai dengan meracuni hati kita. Bila setan telah meracuni hati kita, setan akan meracuni seluruh tubuh kita.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


Jumat, 15 Juli 2016

Ziarah menyempurnakan silaturrahim

Khutbah #1

Ikhwatal Islam.

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah & bulan Syawal yg fitri ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan siang hari ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT. Kita masih bisa merasakan kegembiraan Idul Fitri. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Seiring dengan kegembiraan bulan Syawal & karna kita masih dalam suasana Idul Fitri, Mimbar Jumat minggu ini akan memberitakan satu tema: “ZIARAH MENYEMPURNAKAN SILATURRAHIM”

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Idul Fitri identik dengan 2 hal, yakni “ziarah” & “silaturrahim”. Kata ziarah & silaturrahim, dua”nya berasal dari Bahasa Arab. & dua”nya adalah kata serapan Bahasa Arab yg sudah resmi menjadi Bahasa Indonesia. Ziarah itu sebenarnya dalam Bahasa Arab artinya berkunjung. Dalam Bahasa Inggris disebut “visit”. Silaturrahim juga berasal dari 2 kata dalam Bahasa Arab, yakni “silah” artinya menyambung & “rahim” artinya kekerabatan. Dalam Bahasa Inggris bisa disebut “Social interaction”, “Keep in touch”, “Keep contact”. Silaturrahim itu menyambung kekerabatan ukhuwah Islamiyah. Dalam tatanan baku Bahasa Indonesia, ziarah konotasinya lebih dominan ke ziarah kubur. Padahal sebenarnya ziarah itu tidak selalu ziarah kubur. Bila kita umroh, kata ziarah digunakan u/ berkunjung ke tempat” bersejarah Islam di tanah suci. Dalam tatanan baku Bahasa Indonesia, kita lebih dominan menggunakan kata silaturrahmi. Kita tidak pernah menggunakan kata silaturrahim. Dalam tatanan Bahasa Indonesia, ziarah & silaturrahim itu beda. Dalam tatanan Bahasa Arab, ziarah & silaturrahim itu sama.

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Kegembiraan Idul Fitri disempurnakan dengan ziarah & silaturrahim. Setelah selesai kita sholat Idul Fitri, kita bersalaman dengan para Jemaah di masjid u/ saling bermaafan. Kita saling bersalaman dengan keluarga kita u/ saling bermaafan. Kita makan ketupat lebaran, opor, rending, sate Padang di rumah. Keluarga kita datang berkumpul & bersilaturrahim Idul Fitri ke rumah kita. Kita bersilaturrahim ke semua rumah keluarga kita yg lain setelah keluarga kita datang berkumpul di rumah kita setelah sholat Idul Fitri. Idul Fitri itu kesempatan yg terbaik u/ kita berkumpul dengan segala keluarga besar yg dekat & yg jauh. Keluarga dekat yg tinggal 1 kota dengan kita (yg tinggalnya sama” di Jakarta), sudah sering ketemu. Kita bisa ketemu kapan saja. Keluarga yg jauh dari luar kota (luar Jakarta), kita jarang ketemu, susah ketemu. Jangankan keluarga yg jauh. Keluarga yg dekat saja yg tinggal 1 kota (yg tinggalnya di Jakarta juga), belum tentu bisa ketemu seiring dengan kesibukan masing”. Apalagi Jakarta dewasa ini macet. Orang Jakarta dewasa ini lebih individual, sibuk dengan urusan masing”. Idul Fitri is quality time with the whole families.

Firman Allah SWT surah Al Hujurat #10: “Sungguh orang mu’min itu bersaudara, maka damaikanlah kedua saudaramu & bertaqwalah kehadirat Allah SWT supaya kamu memperoleh rahmat”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Setelah kita bersilaturrahim dengan keluarga kita sendiri, kita bersilaturrahim dengan tetangga jauh & dekat, teman” jauh & dekat, teman lama & baru sahabat, rekan sejawat, siapa saja orang yg kita kenal baik. Kita pasti merindukan teman lama kita di zaman sekolah, zaman kuliah. Di hari biasa, susah ketemu mereka. Semuanya sibuk dengan kerja masing”. Di hari Idul Fitri khususnya & di bulan Syawal umumnya, banyak sekali kita menerima undangan halal bi halal, undangan pernikahan (walimatul ‘ursy). Teman kantor kita ketemu saban hari. Kita adakan halal bi halal kantor.

Firman Allah SWT surah An Nisa' #36: "& sembahlah Allah SWT & jangan kamu mempersekutukanNya dengan apapun. & berbuat baiklah kedua orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat & tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil & hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah SWT tidak menyukai orang yang sombong & membanggakan diri"

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Manusia umumnya & orang Jakarta khususnya dewasa ini sudah tercemar penyakit ego & individual. Dewasa ini manusia terlalu sibuk dengan urusan masing” & terlalu mementingkan diri sendiri. Dewasa ini manusia terlalu sibuk dengan gadget. Di group chat janjian kumpul”. Bila sudah bertemu langsung, semuanya ngobrol dengan gadget masing”. Masyarakat yg hidup di kota besar Jakarta sudah pudar sikap toleransinya & kepeduliannya. Di universitas kita individualis karna sibuk dengan urusan masing”. Lingkungan individualis orangnya cuek”. Ciri khas lingkungan individualis adalah “gw-gw, lo-lo” & “sakit-sakit aja, mati-mati aja”. Bila tenaga kerja professional yg sakit, dokter, pilot, insinyur, artis, Ustadz, dosen, guru, karyawan bank banyak yg jenguk, banyak yg mendoakan. Bila tenaga kerja professional meninggal dunia, dokter, pilot, insinyur, artis, Ustadz, dosen, guru, pejabat, karyawan bank meninggal dunia banyak yg melayat, semuanya mengirim karangan bunga turut berduka cita, semuanya menyolatkan jenazahnya, semuanya mendoakan, semuanya mengantarkan ke kubur. Facebook, path, twitter mereka mengalir ucapan turut berduka cita. Semuanya sedih karna kehilangan. Bila tukang ojek, pak pos, tukang susu, tukang bakso, sakit-sakit aja, mati-mati aja.

Firman Allah SWT surah Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman, jangan kamu buruk sangka karna buruk sangka itu dosa. & jangan kamu mencari kesalahan orang lain serta jangan kamu menggunjingkan orang lain. Adakah di antara kamu yg suka memakan daging saudaranya yg telah mati? Sudah barang tentu kamu jijik. & bertaqwalah kehadirat Allah SWT. Sungguh Allah SWT Maha Penerima Taubat & Maha Penyayang

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Setelah kita ziarah & silaturrahim dengan teman” kita, rekan sejawat, teman kerja, teman sekolah, teman lama, semua orang yg kita kenal baik, jangan lupa kita ziarah ke kubur juga. Bila ada keluarga kita yg telah mendahului kita, kita ziarah ke kubur mereka u/ mendoakan mereka supaya Allah SWT meringankan auditNya selama dalam kubur. Inilah arti ziarah yg digunakan dalam Bahasa Indonesia. Mereka hadir di mimpi kita karna minta doa kita. Idul Fitri tahun yg terdahulu, mereka masih gembira bersama kita. Idul Fitri tahun ini, mereka telah mendahului kita.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Berziarahlah ke kubur karna itu mengingatkanmu tentang hari kiamat”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Banyak adab ziarah & adab silaturrahim ke yg harus kita perhatikan. Ada adab sebagai tamu & adab sebagai tuan rumah. Bila kita mau berkunjung ke rumah orang lain, kabarin dia dulu, minta izin dulu ke dia. Bila dia ada di rumah, kita boleh datang. Bila dia tidak bisa, kita jangan datang. Kita jangan memaksakan kehendak u/ datang. Pilih jam berkunjung yg tepat. Jangan terlalu larut malam karna tuan rumah sudah tidur. Jangan terlalu Subuh, terlalu pagi, karna tuan rumah masih tidur, belum siap” menyambut tamu. Bila kita telah tiba di rumah yg kita kunjungi, kita ucapkan salam dengan tuan rumah. Kita bersalaman dengan tuan rumah. Orang yg mengamalkan syariat Islam dengan syar’I, pria berjenggot terlalu tebal, wanita yg pakai hijab syar’I, tidak dandan, tidak pakai make up, mereka tidak mau salaman dengan lawan jenis yg bukan muhrim. Mereka salaman tidak bersentuhan. Bila tuan rumah telah mempersilahkan kita masuk baru kita masuk. Bila tuan rumah telah mempersilahkan kita duduk baru kita duduk. Tuan rumah & tamu harus saling menghormati. Tuan rumah & tamu harus saling menjaga adab. Tuan rumah harus menyediakan makanan & minuman dengan porsi yg banyak supaya cukup u/ tamu. Tamu jangan minta tambah dari porsi yg disediakan. Tamu jangan berkunjung sampai larut malam, sampai tengah malam, sampai dinihari, sampai larut pagi karna mengganggu waktu istirahat tuan rumah. Tuan rumah dilarang keras mengusir tamu. Kecuali tamu itu berkunjung sampai larut malam, tuan rumah boleh menyuruhnya pulang. For your information, di kampung” Sumatera Barat, tamu datang tidak habis” di musim lebaran. Mereka langsung datang begitu saja tanpa minta izin sama tuan rumah dulu. Bila tuan rumah tidak bisa, tidak mengizinkan tamu u/ datang, tamu tersinggung. Lebaran di kampung Sumatera Barat, kita harus makan di setiap rumah yg kita kunjungi. Bila kita tidak makan, tuan rumah tersinggung. Lebaran di Jakarta saja tidak kaku seperti itu. Lebaran di Jakarta, yg penting kita datang. Tuan rumah sudah senang. Saya juga pernah lebaran di Pekanbaru. Lebaran di Pekanbaru, yg penting kita datang, tuan rumah sudah senang. Mau makan atau tidak, itu pilihan kita.

Sabda Baginda Rasullullah SAW: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezeki & dikenang setelah ajalnya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahim"

Firman Allah SWT surah An Nur #27-#29: #27 “Wahai orang” yg beriman, jangan kamu masuk rumah yg bukan rumahmu sebelum minta izin & memberi salam kepada tuan rumah. Yg demikian itu lebih baik bagimu supaya kamu ingat” #28 “& bila kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka jangan kamu masuk sebelum minta izin. & bila dikatakan kepadamu, “kembalilah”, maka kembalilah. Itu lebih suci bagimu & Allah SWT Maha Mengetahui apa yg kamu perbuat” #29. “Tiada dosa bagimu masuk rumah yg tidak dihuni, bila kamu ada kepentingan di dalamnya. Allah SWT Maha Mengetahui yg tersurat & yg tersirat”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Kegembiraan Syawal terrasa setelah kita menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. Kita tidak tau akankah usia kita panjang tiba di bulan Ramadhan tahun depan atau tidak. Kita juga tidak tau apakah Ramadhan tahun ini yg barusan lewat adalah Ramadhan yg terakhir atau tidak. Bila usia kita tiba di bulan Ramadhan tahun depan, kita hanya berpisah 11 bulan dengan bulan Ramadhan. Bila kita menghembuskan nafas terakhir, kita berpisah dengan bulan Ramadhan u/ selamanya. Ramadhan tahun ini yg barusan lewat adalah Ramadhan yg terakhir. Semoga Allah SWT memanjangkan umur kita ke bulan Ramadhan tahun depan.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.



Jumat, 08 Juli 2016

Ramadhan 30 hari, Idul Fitri sehari, 11 bulan perpisahan dengan bulan Ramadhan

Khutbah #1

Ikhwatal Iman,

Syukur Alhamdulillah, kita bersyukur kehadirat Allah SWT setelah selesai kita menyempurnakan amaliyah puasa Ramadhan selama 30 hari. Shalawat & salam semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW, insan kamil, sang qudwah hasanah sepanjang zaman hingga ke akhir zaman & ke hari kiamat. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya supaya menyempurnakan iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Sungguh titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku dari hari kita lahir ke dunia hingga tiba detik kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Seiring dengan kegembiraan Idul Fitri 1437, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil i’tibar dari satu tema: “RAMADHAN 30 HARI, IDUL FITRI SEHARI, 11 BULAN PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN”

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syawal telah tiba menggantikan kehadiran Ramadhan. Tidak terasa Ramadhan telah menutup tirainya. Hari demi hari telah kita lewati. Minggu demi minggu juga telah kita lewati. Detik, menit, jam, hari, minggu telah kita lewati. Ramadhan tahun ini masih segar dalam ingatan kita. Kesibukan menyempurnakan amaliyah Ramadhan telah ditutup dengan hari raya Idul Fitri. Ramadhan adalah karantina tarbiyah. Idul Fitri adalah ucapara wisuda kelulusan puasa Ramadhan dengan predikat hamba yg bertaqwa. Natijah Ramadhan adalah mendidik kita menjadi hamba yg bertaqwa. Saban tahun kita puasa Ramadhan, saban tahun kita lulus Ramadhan, mengapa kita masih gagal menjadi hamba yg bertaqwa?

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman diwajibkan bagi kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yg terdahulu sebelum kamu supaya kamu bertaqwa”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Sekarang hari demi hari telah kembali normal seperti semula sebelum Ramadhan. Kehidupan kita kembali seperti biasa sebelum Ramadhan. Kita bisa merasakan bedanya sebelum & setelah Ramadhan. Back to normal routines. Ramadhan hadir selama 30 hari. Syariat Islam mewajibkan kita puasa selama 30 hari di bulan Ramadhan. Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal. 1 Syawal adalah hari terlarangnya kita puasa. Sebenarnya Idul Fitri itu perayaannya hanya sehari tanggal 1 Syawal saban tahunnya. Di kalender Indonesia, hari libur Idul Fitri jatuh di tanggal 1 & 2 Syawal. Cuti bersama Idul Fitri seminggu. Tanggal 1 Syawal saban tahun kita sholat Idul Fitri. Ramadhan puasa 30 hari. Syawal lebaran & Halal bi halal 30 hari. Di jazirah Arab, Ramadhan 30 hari. Idul Fitri sehari saja. Kehidupan masyarakat di Jazirah Arab lebih mengagungkan Ramadhan dibanding Idul Fitri. Ramadhan kita banyak terima undangan buka puasa. Syawal kita banyak terima undangan halal bi halal, undangan pernikahan yg ditiadakan di bulan Ramadhan. Kita bisa menyempurnakan silaturrahim. Bulan Ramadhan, kita silaurrahim degan buka puasa (bukber). Kita sholat taraweh berjamaah u/ menyempurnakan silaturrahim. Bulan Syawal, kita silaturrahim dengan halal bi halal. Sholat Idul Fitri diadakan di lapangan u/ menyempurnakan silaturrahim. Ada masjid yg bisa sholat Idul Fitri di lapangan. Ada juga masjid yg sholat Idul Fitri di masjid. Kita mudik lebaran ke kampung halaman bertemu dengan keluarga kita yg jauh. Kita Jumatan saban Jumat, saban minggu u/ menyempurnakan silaturrahim dengan sesama umat Islam.

Firman Allah SWT surah Al Hujurat #10: “Sungguh orang mu’min itu bersaudara, maka damaikanlah kedua saudaramu & bertaqwalah kehadirat Allah SWT supaya kamu memperoleh rahmat”

Budaya kita di Indonesia telah terbiasa bersalaman dengan saling berjabat tangan. Orang yg terlalu kuat syariat Islamnya, sering kali mengamalkan syariat Islam dengan terlalu kaku. Mereka tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis yg non mahram. Orang Malaysia bersalaman dengan tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yg non mahram. Yg penting jangan sampai menimbulkan rasa jatuh hati atau bahkan syahwat bila salaman berjabat tangan dengan lawan jenis.

Firman Allah SWT surah Al Mu’minun #5-#7
#5 “& orang yg memelihara kemaluannya” #6 “Kecuali terhadap istri mereka atau hamba sahaya yg mereka miliki, maka sungguh mereka tidak tercela” #7 “Tapi siapa yg mencari dibalik itu, maka mereka itu melampaui batas”

Kehidupan masyarakat Jakarta dewasa ini individualis, “gw-gw, lo-lo”. Kehidupan di komplek perumahan sudah seperti kehidupan di apartemen. Kita lebih mudah berbaur dengan teman kerja, teman kantor dibanding tetangga di sekitar rumah kita. Kita cuek sama tetangga. Saya heran, tetangga yg rumahnya dekat justru lebih sulit ketemu, lebih sulit berbaur dibanding teman kantor, teman kerja. Tatanan kehidupan masyarakat berlaku kasta. Sebenarnya agama Hindu yg menganut sistem kasta. Tidak ada kasta dalam Islam. Bila pejabat, artis, konglomerat, pilot, insinyur, bu mantri, dokter yg sakit, banyak yg berkunjung, banyak yg doakan, banyak yg bawa buah”an. Bila pejabat, artis, konglomerat, dokter, bu mantri menghembuskan nafas terakhir, banyak yg melayat, banyak yg bikin karangan bunga turut berduka cita, banyak yg menyolatkan, banyak yg mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Bila tukang ojek, tukang bakso, pedagang warteg “sakit-sakit aja, mati-mati aja”.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Diharamkan seorang muslim membenci saudaranya lebih dari 3 hari”

Firman Allah SWT surah Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman, jangan kamu buruk sangka karna buruk sangka itu dosa. & jangan kamu mencari kesalahan orang lain serta jangan kamu menggunjingkan orang lain”

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Puasa Ramadhan mendidik kita u/ tidak melakukan segala sesuatu berlebihan. Baginda Rasulullah SAW buka puasa dengan 3 butir kurma & air zamzam. Kita buka puasa sederhana saja. Kita batalin dengan makanan & minuman yg manis dulu. Kita batalin dengan ice lemon tea, nu green tea, teh susu, teh manis hangat, es teh manis, kolak, cendol, cincau. Tujuannya supaya mengembalikan tenaga kita & menggantikan kadar gula darah kita yg hilang setelah 14 jam puasa. Jangan beli banyak hidangan buka puasa u/ balas dendam buka puasa. Bila kita batalin langsung dengan makanan berat, kita sakit perut. Bila kita buka puasa kebanyakan, kita kekenyangan, sakit perut, malas, ngantuk. Kita tidak bisa menyempurnakan amaliyah Ramadhan. Kita tidak kuat u/ sholat taraweh. Hidangan buka puasa yg kita beli kebanyakan belum tentu akan habis malam itu juga. Belum tentu juga masih enak u/ buka puasa keesokan harinya kecuali kita simpan di kulkas. Keesokan harinya, kita buka puasa pakai hidangan buka puasa kemarin. Kita harus habiskan hidangan buka puasa malam itu juga. Kita tidak perlu terlalu boros beli baju Muslim yg baru, baju Melayu baru, jubah gamis baru, sarung baru, peci baru, sajadah baru u/ Idul Fitri. Wanita tidak perlu boros beli hijab baru, mukena baru, busana muslimah baru u/ Idul Fitri. Beli baju baru u/ lebaran Idul Fitri boleh tapi jangan berlebihan. Banyak sekali hidangan buka puasa di bulan Ramadhan. Banyak sekali hidangan ketupat Idul Fitri, rendang, opor ayam, pepes ikan, lemang, sate Padang. Idul Fitri di Sumatera Barat, setiap rumah yg kita datangi, kita harus makan. Bila tidak, tuan rumahnya tersinggung. Jangankan rumah #2, #3, #4, rumah #1 saja kita makan sudah banyak. Bila tiba tanggal 1 Syawal, kita makan terlalu banyak. Jangankan Idul Fitri tanggal 1 Syawal, buka puasa Ramadhan saja buka banyak. Banyak pasien masuk RS di musim lebaran Idul Fitri karna gagal mengontrol nafsu makannya.  Hidangan Idul Fitri itu banyak gulai yg berminyak, makanan yg banyak kolesterol. Di musim lebaran Idul Fitri, sistem pencernaan kita masih kaget u/ bekerja. Sistem pencernaah harus beradaptasi lagi setelah istirahat selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Baginda Rasulullah SAW buka puasa sebelum sholat Magrib dengan rutab. Bila tidak menemukan rutab, Baginda Rasulullah SAW buka puasa dengan kurma. Bila tidak ada kurma, Baginda Rasulullah SAW buka puasa dengan beberapa tegukan air”

Firman Allah SWT surah Al Isra #27: “Sungguh orang yg boros itu saudara setan & setan itu ingkar kehadirat Tuhannya”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Ramadhan 1437 telah lewat. Ramadhan telah pergi dalam waktu 11 bulan. Belum tentu usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Bagi orang yg beriman, Ramadhan 30 hari terlalu singkat. 11 bulan perpisahan dengan Ramadhan terlalu lama. 11 bulan perjalanan kita sampai kita kembali ke Ramadhan lagi tahun depan. Kita tidak tau akankah usia kita tiba di bulan Ramadhan tahun depan atau tidak. Kita juga tidak tau apakah Ramadhan 1437 adalah Ramadhan yg terakhir atau tidak. Semoga Allah SWT memaqbulkan doa kita supaya usia kita tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Ketahuilah setiap yg bernyawa pasti mati. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Terakhir, tambahan di khutbah #2 ini. Saya akan membahas puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal disebut juga puasa sunnah 6 Syawal, puasa sunnah 6. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal boleh dilakukan tanggal 2-7 Syawal. Boleh dicicil, boleh lompat”, yg penting 6 hari di bulan Syawal dari tanggal 2-30 Syawal. Puasa sunnah 6 Syawal menyempurnakan puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan ditambah puasa Syawal menjadi puasa setahun suntuk. Puasa Ramadhan 30 hari x 10 = puasa 300 hari = puasa 10 bulan. Puasa sunnah 6 Syawal 6 x 10 = puasa 60 hari = puasa 2 bulan. Puasa 300 hari + puasa 60 hari = puasa 360 hari. Puasa 10 bulan + puasa 2 bulan = puasa 12 bulan = puasa 1 tahun = puasa setahun suntuk.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg puasa Ramadhan kemudian puasa 6 hari di bulan Syawal seakan puasa sepanjang tahun”

Kita tutup mimbar Jumat minggu ini dengan doa. Insya Allah, saya akan bahas khutbah Jumat khusus puasa sepanjang tahun atau puasa sunnah 6 Syawal.


Puasa sepanjang tahun

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, pada hari Jumat & bulan Syawal yg berkah ini, kita bersyukur kehadirat Allah SWT setelah selesai kita menyempurnakan amaliyah puasa Ramadhan selama 30 hari. Shalawat & salam semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW, insan kamil, sang qudwah hasanah sepanjang zaman hingga ke akhir zaman & ke hari kiamat. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya supaya menyempurnakan iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Sungguh titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku dari hari kita lahir ke dunia hingga tiba detik kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Seiring dengan kegembiraan Idul Fitri 1437, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil i’tibar dari satu tema: “PUASA SEPANJANG TAHUN”

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Puasa Ramadhan telah kita sempurnakan 30 hari. Setelah kita menyempurnakan puasa Ramadhan 30 hari, kita merayakan hari raya Idul Fitri. Kita semua kembali kepada fitrah. Kita telah menjadi hamba yg bertaqwa. Kita mulai di garis start. Kita menanjak 30 anak tangga. Kita tiba di puncak anak tangga di garis finish. Semakin tinggi gunung, semakin curam tanjakannya, semakin mudah turunannya. Semakin tinggi bukit, semakin sulit tanjakannya, semakin mudah pula turunannya. Setelah tanjakan pasti ada turunan. Setelah kita puasa Ramadhan, kita telah lulus menjadi hamba yg bertaqwa. Kita wisuda di hari raya Idul Fitri tanggal 1 Syawal. Tanggal 1 Syawal adalah hari terlarang u/ puasa. Saban tahun kita telah puasa Ramadhan, namun kita masih gagal menjadi hamba yg bertaqwa. Natijah puasa Ramadhan adalah menjadikan kita hamba yg bertaqwa. Lulusan tarbiyah karantina Ramadhan adalah lulusan yg bertaqwa.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman diwajibkan bagi kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yg terdahulu sebelum kamu supaya kamu bertaqwa”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg menyempurnakan puasa Ramadhan karna iman & mengharapkan berkah dari Allah SWT, niscaya diampuni segala dosanya yg terdahulu”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman, “Semua amaliyah anak Adam adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Semua amaliyah anak Adam akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Syariat Islam mensyariatkan kita u/ puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal setelah kita menyempurnakan puasa Ramadhan. Ibarat sholat, sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahajjud, sholat sunnah dhuha mengiringi sholat 5 waktu. Sholat sunnah hajat, taubat, istikarah bisa kita lakukan di 1/3 malam terakhir setelah sholat sunnah tahajjud. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal dikenali juga sebagai puasa sunnah 6, puasa sunnah 6 Syawal, puasa sunnah Syawal. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal menyempurnakan kekurangan kita pada puasa Ramadhan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal juga bertujuan u/ memberi waktu adaptasi bagi sistem pencernaan kita u/ bekerja normal kembali setelah istirahat selama 30 hari di bulan Ramadhan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal bisa dilakukan tanggal 2-7 Syawal. Boleh berturut”, boleh juga dicicil lompat” yg penting di tanggal 2-30 Syawal. Kita bebas memilih 6 hari u/ puasa sunnah 6 Syawal yg penting di tanggal 2-30 Syawal. Puasa Ramadhan berkahnya puasa 300 hari atau puasa 10 bulan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal berkahnya puasa 60 hari atau puasa 2 bulan. Puasa Ramadhan 30 hari = 30 x 10 = puasa 300 hari. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal = 6 x 10 = puasa 60 hari. Puasa Ramadhan 30 hari + puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal = puasa 300 hari + puasa 60 hari = puasa 360 hari = puasa 10 bulan + puasa 2 bulan = puasa 12 bulan = puasa 1 tahun. Puasa Ramadhan 30 hari + puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal = puasa sepanjang tahun.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Allah SWT memberi berkah amaliyah 10x. Puasa Ramadhan berkahnya puasa 10 bulan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal berkahnya puasa 2 bulan”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Puasa Ramadhan berkahnya puasa 10 bulan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal berkahnya puasa 2 bulan. Semuanya itu berkahnya puasa sepanjang tahun”

Firman Allah SWT surah Al Zalzalah #6-#8: #6 “Pada hari kiamat, manusia keluar dari kuburnya berkelompok u/ diperlihatkan kepada mereka balasan semua amal perbuatannya” #7 “Maka barangsiapa yg berbuat kebajikan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula” #8 “& barangsiapa yg berbuat kejahatan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg puasa Ramadhan ditambah dengan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal berkahnya dia puasa sepanjang tahun”

Firman Allah SWT surah Yasin #65: "Pada hari ini (hari kiamat), Kami tutup mulut mereka & tangan mereka akan berkata kepada Kami serta kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan"

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Di khutbah #2 ini, saya akan membahas tentang puasa sunnah ayyamul bidh. Puasa sunnah ayyamul bidh adalah puasa sunnah hari putih. Hari putih jatuh di tanggal 13-15 hijriyah saban bulannya. Tanggal 13-15 hijriyah disebut juga hari putih karna pada malam harinya bulan purnama penuh. Puasa sunnah ayyamul bidh adalah puasa sunnah 3 hari tanggal 13-15 hijriyah saban bulannya. Kecuali bulan Zulhijjah, karna tanggal 13 Zulhijjah hari tasyriq, hari terlarang puasa, oleh karna itu, puasa sunnah ayyamul bidh tanggal 14 & 15 Zulhijjah saja. Puasa sunnah bulanan. Puasa sunnah ayyamul bidh berkahnya juga puasa sepanjang tahun bila puasa tanggal 13-15 hijriyah saban bulan dari Muharram ke Zulhijjah. Tanggal 13-15 Syawal 1437 Insya Allah jatuh pada tanggal 18-20 Juli 2016. Puasa sunnah 3 hari ayyamul bidh = 3 x 10 = puasa 30 hari = puasa sebulan. Puasa sunnah 3 hari ayyamul bidh saban bulan = 3 x 10 x12 = puasa 360 hari = puasa 12 bulan = puasa 1 tahun = puasa sepanjang tahun.  Puasa sunnah ayyamul bidh adalah puasa sepanjang tahun selain puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Puasa 3 hari saban bulannya berkahnya puasa sepanjang tahun”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila kamu ingin puasa 3 hari saban bulan, maka puasalah pada tanggal 13-15 hijriyah saban bulannya”

Sabda Baginda Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas: “Baginda Rasulullah SAW puasa sunnah ayyamul bidh bila tidak bepergian & tidak bersafar”

Firman Allah SWT surah Al Qariah #6-#9: #6 “Maka adapun orang yg berat timbangan kebajikannya” #7 “Maka dia berada dalam kehidupan yg memuaskan” #8 “& adapun orang yg ringan timbangan kebajikannya” #9 “Maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah”

Rabu, 06 Juli 2016

Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1437 / 6 Juli 2016: Ramadhan 30 hari, Idul Fitri sehari, 11 bulan perpisahan dengan bulan Ramadhan

Khutbah #1

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Syukur Alhamdulillah, di pagi hari tanggal 1 Syawal 1437 yg berkah ini, segala puji & syukur serta takbir bergema mengagungkan Asma Allah SWT. Kita berkumpul di masjid ini u/ menyempurnakan sholat sunnah Idul Fitri. Kita telah menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan 1437. Shalawat & salam semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda agung Rasulullah SAW, insan kamil, sang qudwah hasanah sepanjang zaman. Serta tidak lupa pula kita sampaikan shalawat & salam bagi keluarga Baginda Rasulullah SAW, para sahabat, para tabiin, para tabiit tabiin, umatnya yg mematuhi & menyempurnakan sunnahnya, sirahnya, risalahnya sepanjang zaman hingga akhir zaman & hari kiamat. Marilah kita menyempurnakan iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Sungguh titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku dari hari kita lahir ke dunia hingga tiba detik kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Marilah kita menghayati & mengambil i’tibar dari satu tema khutbah Idul Fitri pada tahun ini, 1 Syawal 1437: “RAMADHAN 30 HARI, IDUL FITRI SEHARI, 11 BULAN PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN”

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Ramadhan 1437 telah lewat, telah menutup tirainya. Hari demi hari telah kita lewati di bulan Ramadhan. Minggu demi minggu juga telah kita lewati di bulan Ramadhan. Ramadhan telah berganti Syawal. Mentari pagi di bulan Syawal bersinar dengan begitu cerahnya. Tanggal 1 Syawal adalah hari terlarang kita puasa. Semua umat Islam di penjuru dunia merayakan hari raya Idul Fitri setelah menyempurnakan amaliyah puasa Ramadhan selama 30 hari tanpa terkecuali. Semua umat Islam memadati masjid u/ menyempurnakan sholat sunnah Idul Fitri. Kita mendengarkan khutbah Idul Fitri setelah sholat Idul Fitri. Kita disunnahkan u/ bertakbir. Takbir Idul Fitri berlaku mulai dari malam takbiran semalam setelah buka puasa tanggal 30 Ramadhan sampai selesai sholat sunnah Idul Fitri.

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Ramadhan 1437 yg barusan lewat, masih segar dalam ingatan kita. 30 hari kita sibuk menyempurnakan amaliah Ramadhan, yg fardhu & yg sunnah. 24 jam yg sibuk amaliyah selama 30 hari. Kita bangun jam 4 pagi u/ makan sahur. Makan sahur itu berkahnya adalah sumber tenaga kita u/ puasa. Kita puasa 14 jam selama 30 hari dari Subuh sampai Magrib. Kita puasa melewati waktu sholat Subuh, Zuhur, Ashar. Kita buka puasa di waktu Magrib. Kita sholat sunnah tahajjud di 1/3 malam terakhir, sebelum atau setelah sahur. Bila Imsak tiba, kita siap” berhenti makan & minum supaya bila waktu Subuh tiba kita sudah siap u/ puasa. Imsak itu 10 menit sebelum Subuh. Sebenarnya batas makan sahur itu waktu Subuh. Imsak itu cuman warning saja supaya kita berhenti makan & minum. Setelah kita buka puasa, kita sholat Magrib. Setelah sholat Magrib, kita bersiap berangkat ke masjid u/ sholat sunnah taraweh. Sholat sunnah taraweh adalah qiyamullail Ramadhan. Kita mendengarkan tausyiah taraweh, tausyiah Ramadhan. Tausyiah taraweh menyempurnakan sholat sunnah taraweh. Pulang sholat taraweh, kita istirahat tidur u/ bangun lagi jam 4 pagi u/ sahur. Betapa sibuknya kita menyempurnakan amaliyah Ramadhan.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman diwajibkan bagi kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yg terdahulu sebelum kamu supaya kamu bertaqwa”

Bila kita tiba di 10 hari terakhir Ramadhan, kita sibuk menyempurnakan amaliyah Ramadhan kita. Ini dikenali juga sebagai fase pembebasan dari api neraka (itkum minan naar). Kita mengejar ketinggalan amaliyah Ramadhan kita di 20 hari pertama Ramadhan. Banyak masjid yg membuka i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. I’tikaf di Masjid Agung Al Azhar, Masjid Istiqlal, Masjid Pondok Indah, Masjid Sunda Kelapa, Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia (BI), Masjid At Tin, Masjid Az Zikra Sentul begitu rame di 10 hari terakhir Ramadhan. Puncak keramaian i’tikaf terjadi di malam #27 & #29 Ramadhan.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Baginda Rasulullah SAW menyempurnakan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan hingga Baginda Rasulullah SAW menghembuskan nafas terakhir”

Semarak Ramadhan di 10 hari terakhir beda dengan 20 hari pertama. Bila kita tiba di 10 hari terakhir Ramadhan, semarak Ramadhan di masjid pindah ke pasar mayestik, Tanah Abang, mall, jalan raya, jalan tol, jalur mudik, jalur pantura, jalan tol Cipali, jalur lintas Sumatera, pelabuhan laut, pelabuhan kapal ferry, terminal bis, stasiun kereta api, bandara. Bandara Soekarno-Hatta sudah terlalu padat sekarang. Sudah tidak beda lagi dengan terminal bis, stasiun kereta api. Tiket kereta api u/ mudik sudah habis 3 bulan yg lalu. Tiket bis juga sudah habis 3 bulan yg lalu. Pesawat adalah transportasi umum favorit banyak orang u/ mudik lebaran. Bila tiba peak season, mudik lebaran, harga tiket pesawat mahal. Banyak orang yg pesan tiket pesawat u/ mudik lebaran 2 atau 3 bulan sebelumnya, sejak 2 atau 3 bulan yg lalu. Berita di TV yg biasanya liputan Ramadhan berubah jadi liputan mudik. Di Masjidil Haram & Masjid Nabawi, sholat sunnah taraweh 23 rakaat. Imam Masjidil Haram & Masjid Nabawi mengejar target one day, one juz. Satu juz itu 20 halaman atau 10 lembar bolak balik. Di Masjidil Haram & Masjid Nabawi, khatam Al Quran di malam #26. Di Masjidil Haram & Masjid Nabawi, justru 10 hari terakhir Ramadhan, jemaah semakin rame membanjiri Masjidil Haram & Masjid Nabawi. Banyak warga Jakarta yg mudik lebaran bila masuk 10 hari terakhir Ramadhan. Puasa tanggal 20-21 Ramadhan sudah mulai mudik lebaran ke kampung halaman mumpung masih sepi. Tanggal 26 Ramadhan lalu lintas mulai mengalami lonjakan hingga mencapai puncaknya tanggal 30 Ramadhan. Bila kita mudik lewat jalur darat, kita kena macet terlalu lama di jalan. Ada yg mudik langsung di tgl 1 Syawal setelah sholat Idul Fitri u/ menghindari macet mudik lebaran Idul Fitri.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman, “Semua amaliyah anak Adam adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Semua amaliyah anak Adam akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Proceed with Idul Fitri. Sholat Idul Fitri diadakan di lapangan u/ menyempurnakan silaturrahim. Ada masjid yg bisa sholat Idul Fitri di lapangan. Ada juga masjid yg sholat Idul Fitri di masjid. Kita mudik lebaran ke kampung halaman bertemu dengan keluarga kita yg jauh. Kita Jumatan saban Jumat, saban minggu u/ menyempurnakan silaturrahim dengan sesama umat Islam. Tanggal 1 Syawal kita sibuk lebaran Idul Fitri kumpul dengan keluarga besar kita. Tradisi lebaran di kampung, di desa adalah ziarah dari rumah ke rumah. Kita mudik lebaran u/ bersilaturrahim dengan keluarga kita yg jauh, yg jarang ketemu. Banyak sekali yg rumah yg membuka family open house di tanggal 1 Syawal. Kita sibuk silaturrahim dengan keluarga besar kita. Minggu pertama lebaran kita sibuk silaturrahmi dengan keluarga besar, tetangga dekat & jauh, teman, rekan sejawat. Kita mulai silaturrahim dengan yg tidak mudik. Bila yg mudik telah pulang kembali ke Jakarta, kita silaturrahim dengan yg mudik. Di Malaysia, Perdana Mentrinya membuka public open house. Semua orang antri panjang u/ salaman dengan Perdana Mentrinya. Presiden RI juga begitu, buka public open house Idul Fitri. Sudah menjadi budaya di Indonesia Ramadhan 30 hari, lebaran juga 30 hari. Puasa tanggal 1-30 Ramadhan. Lebaran juga tanggal 1-30 Syawal. Sebenarnya lebaran Idul Fitri itu hanya sehari tanggal 1 Syawal saja. Di jazirah Arab, orang lebih mengagungkan Ramadhan dibanding lebaran Idul Fitri. Di jazirah Arab, Ramadhan 30 hari, Idul Fitri sehari saja tanggal 1 Syawal. Bulan Ramadhan kita menerima banyak sekali undangan buka puasa. Bulan Syawal kita menerima banyak sekali undangan halal bi halal & undangan pernikahan. Setelah kita menyempurnakan sholat Idul Fitri, kita bersalaman dengan jemaah sholat Idul Fitri. Proceed with family. Kita bersalaman dengan orang tua kita, cium tangan orang tua kita, berpelukan dengan orang tua kita. Kita silaturrahim ke rumah keluarga besar kita. Kita bersalaman dengan dengan seluruh keluarga besar kita. Proceed to colleagues & relatives. Kita bersilaturrahim & bersalaman dengan tetangga, teman, relatif, rekan sejawat. Budaya kita di Indonesia telah terbiasa bersalaman dengan saling berjabat tangan. Orang yg terlalu kuat syariat Islamnya, sering kali mengamalkan syariat Islam dengan terlalu kaku. Mereka tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis yg non mahram. Orang Malaysia bersalaman dengan tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yg non mahram.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Diharamkan seorang muslim membenci saudaranya lebih dari 3 hari”

Firman Allah SWT surah Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman, jangan kamu buruk sangka karna buruk sangka itu dosa. & jangan kamu mencari kesalahan orang lain serta jangan kamu menggunjingkan orang lain”

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Ramadhan 1437 memang telah meninggalkan kita. Bagi orang yg beriman, Ramadhan 30 hari terlalu singkat. 11 bulan perpisahan dengan bulan Ramadhan terlalu lama. Terrasa kerinduan yg mengharu biru dengan segala berkah Ramadhan. Kita tidak bisa menafikan Ramadhan hanya singgah 30 hari saja dalam setahun. Belum tentu usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Tidak ada jaminan usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Kita tidak tau usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan atau tidak. Kita juga tidak tau Ramadhan 1437 yg barusan adalah Ramadhan terakhir atau tidak. Pepatah berkata “Dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan”. Begitu juga lirik lagu “Rasa sayange” yg berasal dari Maluku berkata “Bila ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Bila ada umurku panjang, boleh kita bertemu lagi”.  Kerinduan yg mengharu biru itu digantikan Allah SWT dengan kegembiran Idul Fitri. 11 bulan ke depan adalah ujian kita mengekalkan amaliyah Ramadhan kita. 11 bulan ke depan bukanlah sebuah perjalanan yg mudah. Semakin jauh kita mengayuh, jalan yg kita tempuh licin & terjal. Semakin tinggi gunung, semakin sulit tanjakannya. Setelah tanjakan pasti ada turunan. Turunan pasti lebih mudah dari tanjakan. Perjalanan yg sangat panjang terhitung mulai hari ini tanggal 1 Syawal sampai tanggal 1 Ramadhan tahun depan. Hari demi hari memang telah kembali seperti biasa sebelum Ramadhan. Kita bisa merasakan bedanya sebelum & setelah Ramadhan.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila saja anak Adam tau berkah Ramadhan, pasti mereka ingin supaya bulan Ramadhan terjadi sepanjang tahun”

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Jangan kita merayakan Idul Fitri dengan euforia yg berlebihan. Setelah kita belajar kehidupan sederhana di bulan Ramadhan, kita amalkan waktu merayakan Idul Fitri. Kita tidak harus saban tahun beli baju baru u/ lebaran, baju Melayu baru, jubah gamis baru, baju Muslim baru. Hidangan Idul Fitri banyak. Ada ketupat, lontong, lemang, rendang, opor, gulai ayam, gulai kambing, sate Padang. Banyak sekali yg terlena makan banyak tanggal 1 Syawal setelah puasa 30 hari di bulan Ramadhan. Banyak hidangan Idul Fitri. Masakan Padang banyak yg berminyak, gulai, kolesterol. Bila kita balas dendam makan tanggal 1 Syawal, banyak bibit penyakit yg akan menyerang kita. Tekanan darah tinggi, kolesterol, serangan jantung. Banyak orang yg sakit habis Idul Fitri. Banyak pasien masuk RS di musim lebaran Idul Fitri karna gagal mengontrol nafsu makannya. Idul Fitri di Sumatera Barat, setiap rumah yg kita datangi, kita harus makan. Bila tidak, tuan rumahnya tersinggung. Jangankan rumah #2, #3, #4, rumah #1 saja kita makan sudah banyak. Bila tiba tanggal 1 Syawal, kita makan terlalu banyak. Jangankan Idul Fitri tanggal 1 Syawal, buka puasa Ramadhan saja buka puasa banyak. Tidak heran bila RS & klinik serta puskesmas, pusat kesehatan dipadati banyak orang yg sakit karna kebanyakan makan hidangan Idul Fitri. Hidangan Idul Fitri itu banyak gulai yg berminyak, makanan yg banyak kolesterol. Di musim lebaran Idul Fitri, sistem pencernaan kita masih kaget u/ bekerja. Sistem pencernaah harus beradaptasi lagi setelah istirahat selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Firman Allah SWT surah Al Isra #27: “Sungguh orang yg boros itu saudara setan & setan itu ingkar kehadirat Tuhannya”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Ketahuilah setiap yg bernyawa pasti. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

Firman Allah SWT “kullu nafsin zaaiqatul maut” artinya “Setiap yg bernyawa pasti mati”

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Bila anda berhutang puasa Ramadhan 1437, bayarlah hutang puasa anda sesegera mungkin. Anda boleh mulai mencicil bayar hutang puasa Ramadhan mulai besok tanggal 2 Syawal. Bila anda berazam u/ puasa sunnah 6 Syawal, bayar dulu hutang puasa Ramadhan, kemudian lanjutkan dengan puasa sunnah 6 Syawal.

Allahu Akbar 3x walillahilhamd
Zumrotal mu’minin wal mu’minat, wal muslimin wal muslimat hafizhakumullah,

Puasa sunnah 6 Syawal menyempurnakan puasa Ramadhan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal disebut juga puasa sunnah 6 Syawal, puasa sunnah 6. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal boleh dilakukan tanggal 2-7 Syawal. Boleh dicicil, boleh lompat”, yg penting 6 hari di bulan Syawal dari tanggal 2-30 Syawal. Puasa sunnah 6 Syawal menyempurnakan puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan ditambah puasa Syawal menjadi puasa setahun suntuk. Puasa Ramadhan 30 hari x 10 = puasa 300 hari = puasa 10 bulan. Puasa sunnah 6 Syawal 6 x 10 = puasa 60 hari = puasa 2 bulan. Puasa 300 hari + puasa 60 hari = puasa 360 hari. Puasa 10 bulan + puasa 2 bulan = puasa 12 bulan = puasa 1 tahun = puasa setahun suntuk.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg puasa Ramadhan kemudian puasa 6 hari di bulan Syawal seakan puasa sepanjang tahun”



Jumat, 01 Juli 2016

Bulan Ramadhan: 30 hari terlalu singkat, 11 bulan perpisahan terlalu lama

Khutbah #1

Para Jemaah Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Ramadhan akan segera berakhir. Kita tidak bisa menyangkal bulan Ramadhan akan pergi u/ waktu yg lama 11 bulan. Betapa beratnya hati kita melepaskan kepergian Ramadhan u/ 11bulan ke depan. Betapa singkatnya waktu kita dengan bulan Ramadhan.

Ikhwatal Iman,

Syukur Alhamdulillah, yg pertama kita dahulukan menyempurnakan puji & syukur kehadirat Allah SWT dari lubuk sukma kita. Kita masih dalam suasana bulan Ramadhan yg mega berkah. Kedua, shalawat & salam semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW dari lubuk sukma kita. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya (fardhu ‘ain & fardhu kifayah) & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya (termasuk sunnah khulafaur rasyidin) serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya termasuk jangan mempersekutukan Allah SWT.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Seiring dengan fase 10 hari terakhir Ramadhan, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari satu tema mimbar Jumat minggu ini: “BULAN RAMADHAN: 30 HARI TERLALU SINGKAT, 11 BULAN PERPISAHAN TERLALU LAMA”

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Ramadhan hanya datang setahun sekali saja. Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Detik demi detik, hari demi hari, minggu demi minggu di bulan Ramadhan telah berlalu dengan begitu cepatnya. Kita tidak bisa menafikan bahwa Ramadhan harus berganti Syawal. Kita tidak tau apakah tahun ini Ramadhan kita yg terakhir atau tidak. Kita juga tidak tau, entah usia kita panjang atau tidak ke Ramadhan tahun depan. Tidak ada jaminan usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Belum tentu usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di antara Ramadhan tahun ini & Ramadhan tahun depan, maka tahun ini adalah Ramadhan terakhir. Bila betul tahun ini memang Ramadhan terakhir kita, kita berpisah dengan bulan Ramadhan selamanya. Bagi orang yg beriman, Ramadhan 30 hari terlalu singkat & perpisahan 11 bulan dengan bulan Ramadhan terlalu lama.

Ikhwatal Islam,

Betapa beratnya Ramadhan harus pergi meninggalkan kita u/ 11 bulan ke depan. Pepatah berkata “Dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan”. Begitu juga lirik lagu “Rasa sayange” yg berasal dari Maluku berkata “Bila ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Bila ada umurku panjang, boleh kita bertemu lagi”. Betapa singkatnya & sempitnya waktu kita 30 hari di bulan Ramadhan. Bagi orang yg beriman, terbesit rasa khawatir bila Ramadhan akan pergi. Bila Allah SWT mentakdirkan usia kita tiba di bulan Ramadhan tahun depan, Ramadhan tahun depan pasti rasanya beda dengan Ramadhan tahun ini. Khutbah Jumat yg anda dengar minggu ini belum tentu anda bisa dengar lagi di Jumat yg akan datang. Walaupun anda rekam dengan kamera anda, HP anda, anda upload di youtube beda rasanya. Sekarang anda dengar di masjid. Bila anda upload di youtube, sudah jadi kenangan. Anda tidak bisa lagi dengar di masjid ini. Mungkin bila saya sampaikan lagi tema ini di masjid ini di waktu yg akan datang, juga beda rasanya. Tema ini bisa saya sampaikan kembali tapi waktu yg tidak akan kembali.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman diwajibkan bagi kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yg terdahulu sebelum kamu supaya kamu bertaqwa”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila saja anak Adam tau berkah Ramadhan, pasti mereka ingin supaya Ramadhan terjadi sepanjang tahun”

Para Jemaah Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Imam Al Gazali berkata dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin. Ada 3 tingkat puasa
#1 Puasa Al Awwam: Puasa yg menahan lapar & dahaga saja. (Puasa tapi berbuka)
#2 Puasa Al Khawas: Puasa yg menahan diri dari segala hal yg membatalkan puasa. Bila puasa, dia tidak tahan lapar & dahaga, siang bolong dia berbuka (Berbuka tapi puasa)
#3 Puasa Khawas Al Khawas: Puasa yg bisa menahan diri dari lapar & dahaga serta menahan diri dari segala perkara yg membatalkan puasa (Puasa yg sempurna)

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah mewajibkan kamu puasa di bulan Ramadhan & menuntut kamu menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya”

Para jemaah Jumat hafizhakumullah,

Baginda Rasulullah SAW berkata “Amin” saban kali naik tangga mimbar. Saban anak tangga mimbar itu, Baginda Rasulullah SAW berkata “Amin” seiring dengan Malaikat Jibril berdoa. Baginda Rasulullah SAW di anak tangga #1 mimbar, Malaikat Jibril berkata kepada Baginda Rasulullah SAW, “Allah SWT tidak butuh puasa orang yg gagal menghormati orang tuanya padahal orang tuanya masih ada”. Baginda Rasulullah SAW berkata “Amin”. Baginda Rasulullah SAW naik anak tangga #2 mimbar. Malaikat Jibril berkata kepada Baginda Rasulullah SAW, “Allah SWT tidak butuh puasa orang yg berada di bulan Ramadhan tapi dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT & dia akan dijebloskan ke dalam neraka”. Baginda Rasulullah SAW naik anak tangga #3. Malaikat Jibril berkata kepada Baginda Rasulullah SAW, “Allah SWT tidak butuh puasa orang yg menyebut nama Baginda Rasulullah SAW tidak shalawat keharibaannya”

Firman Allah SWT surah Al Zalzalah #6-#8: #6 “Pada hari kiamat, manusia keluar dari kuburnya berkelompok u/ diperlihatkan kepada mereka balasan semua amal perbuatannya” #7 “Maka barangsiapa yg berbuat kebajikan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula” #8 “& barangsiapa yg berbuat kejahatan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula”

Doa menjaga hati: “Yaa muqallibul quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik” artinya “Wahai Zat yg membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatimu pada agamaMu”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban tahun kita puasa, tapi kita gagal menjadi hamba yg bertaqwa. Harusnya saban tahun kita puasa, semakin sempurna taqwa kita. Coba kita audit diri kita masing”. Setelah kita memeluk Islam, kita punya iman. Ternyata iman saja tidak cukup. Iman harus ditaburi taqwa. Orang yg beriman puasa u/ menyempurnakan taqwa. Iman belum tentu taqwa. Taqwa sudah barang tentu iman. Puasa itu ibaratnya kita menanjak dari iman ke taqwa. Puasa itu jembatan antara iman & taqwa. Bila kita menanjak, di bawah kita di garis iman. Kita naik 30 anak tangga. Puncak anak tangga itu garis taqwa. Taqwa itu sikap takut kehadirat Allah SWT. Bila kita takut kehadirat Allah SWT, kita harus semakin patuh kehadirat Allah SWT. Semakin sempurna taqwa kita, semakin kita takut kehadirat Allah SWT, semakin kita patuh kehadirat Allah SWT. Kehidupan kita di dunia ini banyak CCTV Allah SWT. Allah SWT mengawasi kita dengan CCTV Nya. Allah SWT mencatat perbuatan kita dalam kitab amalan kita. Allah SWT akan audit amalan kita di dunia & di akhirat. Kita semua hanya mandatoris Allah SWT. Kita terikat kontrak dengan Allah SWT. Puasa itu tidak sekedar menahan lapar & dahaga saja. Puasa itu menahan diri dari segala perkara yg membatalkan puasa. Lapar & dahaga itu perantaranya saja. Dalam keadaan lapar & dahaga itu, kita bisa menangkal setan u/ masuk. Setan itu masuk melalui pembuluh darah kita. Bila kita puasa, pembuluh darah kita terkunci. Puasa itu filter setan.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Banyak orang yg puasa tapi tidak memperoleh apa” kecuali lapar & dahaga saja. Banyak orang yg sholat malam tapi tidak memperoleh apa” kecuali capek saja”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila tiba bulan Ramadhan, dibuka segala pintu surga & ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala setan”

Firman Allah SWT surah Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia dalam kerugian” #3 “Kecuali orang yg beriman & beramal sholeh serta saling menghimbau u/ kebajikan & saling menghimbau u/ kesabaran”

“fa’tabiruu yaa ulil albab”

Khutbah #2

Ikhwatal Iman,

Puasa 30 hari selama sebulan Ramadhan dibarengi dengan puasa 6 hari di bulan Syawal berkahnya puasa sepanjang tahun. Puasa Ramadhan 30 hari x 10 = puasa 300 hari = puasa 10 bulan. Puasa Syawal 6 hari x 10 = puasa 60 hari. Puasa Ramadhan + puasa 6 hari di bulan Syawal = puasa 300 hari + puasa 60 hari = puasa 360 hari = puasa sepanjang tahun.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg puasa Ramadhan ditambah dengan puasa 6 hari di bulan Syawal seakan dia puasa sepanjang tahun”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Ramadhan tahun ini akan segera menutup tirainya u/ 11 bulan ke depan. Belum tentu usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Tidak ada jaminan usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Kita tidak tau kapan kita akan menghembuskan nafas terakhir. Kita tidak tau Ramadhan tahun ini Ramadhan terakhir atau tidak. Kita tidak tau usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan atau tidak. Bila kita mnghembuskan nafas terakhir, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir. Semoga Allah SWT memanjangkan usia kita ke bulan Ramadhan tahun depan. Semoga Allah SWT memaqbulkan doa kita.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Setiap yg bernyawa pasti mati. Jangan lengah dengan kehadiran Ramadhan. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan usia muda karna syarat mati tidak harus tua.